Ada satu fase hidup saya, kepercayaan diri saya rontok,
jatuh mencapai titik nadir. Saya yang semula periang dan banyak teman, jadi
menarik diri dari lingkungan keluarga dan pertemanan, dan hanya fokus pada
anak-anak dan suami. Perasaan tidak dihargai dan dianggap sebelah mata yang
menjadi penyebabnya.
Saya butuh yang lain, tempat saya bisa berbagi pikiran, dan
menjalin hubungan sosial dengan beragam orang. Saya ingin keberadaan diri saya
diakui, tapi bagaimana caranya tanpa harus meninggalkan rumah, mengingat salah
seorang anak saya butuh pengasuhan khusus? Thanks God sekarang ini banyak media
sosial tempat untuk menjalin pertemanan tanpa harus meninggalkan rumah. Tapi
selama ini pun saya hanya penikmat dalam diam, tidak larut dalam keriuhan yang
kata teman,media sosial pun bisa jadi semacam pasar burung. Lalu, bagaimana
eksistensi saya bisa terasa di tengah keriuhan media sosial tersebut?
No comments:
Post a Comment