Wednesday

Selamat Ulang Tahun Mama..

| Wednesday


Tanggal  9 September
2013 lalu, genap usia 58 tahun untuk mamaku. Dan terakhir aku bertemu beliau di
tahun 2011 lalu. Aku dan mama tidak tinggal sekota, melainkan dipisahkan oleh
Selat Sunda. Aku di Bogor, sedangkan mama di Medan. Jadi, walau komunikasi
masih terjalin lewat telepon, aku belum pernah lagi melihat raut wajah mamaku. Dan
saat aku telpon mama untuk mengucapkan selamat padanya, kudengar isak tangis di
seberang sana. Katanya, hanya akulah satu-satunya dari 8 anaknya yang selalu
mengingat hari kelahirannya. Ada nada kesepian sebuah hati terwakili dari
kata-kata wanita itu, dan aku yang mendengarnya, ikut menitikkan air mata.





Aku dan mama, bukanlah pinang di belah dua. Walau sama-sama
berkulit putih, tapi mataku mewarisi garis darah kakek yang berdarah Tionghoa,
sedangkan mamaku matanya bulat indah. Wajah mama cantik dan cenderung mengikuti
garis darah buyutku yang peranakan Jerman. Tidak heran waktu mudanya mamaku di
panggil dengan Ida Jerman.  Itu dari sisi
fisik yang bisa dilihat. Tapi kata papaku, karakter ‘keras hati’ kami berdua  itulah yang layak dikatakan pinang di belah
dua. Mama keras hati, aku pun demikian. 
Dan terkadang, tak satu pun dari kami mau mengalah. Sehingga selalu saja
ada benturan-benturan setiap kali berinteraksi dengan mama.



Baca selengkapnya »

Related Posts

No comments:

Post a Comment