![]() |
| Batu Malin Kundang, photo, credit |
“Mengapa ibunya Malin
Kundang sampai harus mengutuk anaknya,Bun? Bukannya sebagai ibu, dia harus bisa
memafkan?”
Pertanyaan Syafa itu membuat saya terdiam sejenak. Saya
memang mengisahkan cerita tentang Malin Kundang saat itu. Bercerita adalah
salah satu cara saya mendidik anak-anak.
Saya ambil kisah Malin Kundang ini agar mereka bisa menangkap pesan yang terkandung di dalamnya, yakni tidak menjadi anak durhaka. Namun saya tidak menyangka bahwa putri sulung saya punya pemikiran lain, dan mengajukan pertanyaan kritis seperti itu.

No comments:
Post a Comment