Friday

Jangan Memaksakan Diri Untuk Memaafkan, Tapi...

| Friday






www.rebellinasanty.blogspot.com
credit




"Sesabar-sabarnya seseorang,pasti ada batasnya khan?"Jargon itu seperti sudah akrab di telinga kita,  menegaskan  ternyata manusia itu melimitkan dirinya dalam batas sabar tertentu. 

Yang namanya manusia, pastilah selalu berinteraksi satu sama lainnya. Seringkali interaksi yang terjadi menimbulkan gesekan yang berujung pada ketersinggungan hati, marah, terluka, benci dan dendam.  Perbedaan latar belakang sosial budaya, pendidikan, cara pandang, dan tujuan hidup pun melahirkan pergesesekan ini di sepanjang interaksi manusia. Itulah sebabnya Allah menyuruh kita hambaNya untuk berbaik sangka kepada manusia lainnya. Bila ada sesuatu yang salah menurut kita, jangan cepat-cepat menuding hal itu diniatkan untuk melukai hati kita. Bisa jadi bukan maksud begitu, namun karena perbedaan yang saya sebutkan di atas tadi, menimbulkan persepsi berbeda dari masing-masing pihak.



Begitu pun, walau sudah berusaha berbaik sangka, tak urung yang namanya perasaan seringkali menguasai kejernihan hati. "Sesabar-sabarnya seseorang,pasti ada batasnya khan?"

Jargon itu seperti sudah akrab di telinga kita,  menegaskan  ternyata manusia itu melimitkan dirinya dalam batas sabar tertentu. Melewati limit tersebut, dia (merasa) berhak marah, terluka, bahkan melampiaskan kemarahannya pada yang bersangkutan. Kalau perlu, rasa sakitnya dibalas Allah kepada yang bersangkutan seketika itu juga, dan di depan mata. Kalau itu sudah terjadi, baru puaslah rasa hatinya.Itu masih untung, hanya berharap pada Allah yang membalas sakit hatinya. Namun kalau sudah mengambil tindakan penghakiman sendiri? Hiiih...,naudzubilahhiminzalik.

 Pernah begitu?

Baca selengkapnya »

Related Posts

No comments:

Post a Comment