Tuesday

"Mama", Film Horor Drama Yang Menyentuh Hati

| Tuesday

“Mama”,  film horor drama yang menyentuh hati ; Sebuah  ulasan dari sudut pandang seorang ibu






www.rebellinasanty.blogspot.com
Mama, 2013, sumber foto di sinisini

Menonton film horor yang satu ini beda dari  horor lainnya yang pernah saya tonton. Terlepas dari kejutan-kejutan yang mendebarkan jantung, film Mama ini berhasil menyedot emosi saya dan membuat mata saya basah... (Rebellina)





Sudah lama saya ingin menonton film Mama  (2013) besutan sutradara Andres Muschietti.  Film yang diangkat dari film pendek , cuma 3 menit,dari sutradara yang sama. Spoiler film ini begitu menggoda hati untuk menontonnya. Namun baru kesampaian setelah hubby mendownload film ini dari salah satu situs film gratisan.



Layaknya film horor, pastilah dimaksudkan untuk memberi rasa takut pada penontonnya. Saya akui, itu lumayan saya dapatkan dari film ini, terutama dibagian awal-awal film. Suasana creepy ditambah  backsound music yang mendukung, lumayan membuat adrenalin meningkat. Belum lagi penampakan Mama, terutama juga suara-suara sang Mama saat akan muncul, membuat beberapa kali saya menyembunyikan wajah di dada suami (asyiknya kalau nonton berdua bareng hubby, hehehe)



Yuk Dibaca Juga yang Tak Kalah Seram Sekaligus Menyentuh : The Orphanage





 Tapi ternyata, tidak seperti film-film horor lainnya yang pernah saya tonton , film mama ini justru memikat hati saya bukan karena kengerian yang berhasil  dibangunnya. Namun karena drama yang menyentuh emosi tentang hubungan seorang ‘Mama’ dengan anak-anaknya. Mungkin karena saya juga seorang ibu, jadi film ini bagi saya terasa spesial, punya nilai plus lainnya dari beragam film horor yang pernah saya tonton sebelumnya.



Menonton film Mama seperti membaca visualisasi buku-buku dongeng masa kecil, dengan pembukaan cerita yang dimulai dengan Once upon a time… (pada suatu ketika..).  Tokohnya pun terpusat pada 2 bocah kecil, yakni Victoria dan Lily. Victoria  (Megan Charpentier) masih berusia 3 tahun dan Lily (Isabelle Nelisse) 1 tahun, saat mereka dibawa oleh ayah mereka, setelah membunuh ibu mereka. Perjalanan menembus suasana dingin bersalju berakhir di suatu kabin di tengah hutan setelah mobil yang dikendarai mengalami kecelakaan tunggal karena menabrak pohon.



Baca selengkapnya »

Related Posts

No comments:

Post a Comment